"Kencan yuk, ke perpustakaan"
Lalu dia duduk dengan bukunya, aku pun asik dengan bacaanku. Satu jam setengah tanpa obrolan, dia berkata
"Sudah selesai?"
"Belum" jawabku.
"Pinjem aja, lanjut baca dirumah"
Setelah itu, kita berjalan menuju parkiran.
"Mw kencan kemana lagi?"
"Pantai?"
"Boleh"
Sesampai disana, dia bertanya tentang buku yg aku baca.
"Buku apa yg kau baca?"
"Buku fiqih wanita"
"Bukankah itu sudah kau khatam"
"Baca ulang, agar tambah mantap. Bukankah banyak juga para ulama yg suka membaca satu buku lebih dari sekali"
"Benar, di buku Gila Baca Ala Ulama aku pernah membaca itu. Bahkan ada quotes yg aku suka, membaca satu buku sebanyak tiga kali lebih bermanfaat dari pada membaca tiga buku dengan sekali baca"
Aku tersenyum, sambil berkata
"aku suka"
"Aku tahu" timpalnya.
"Apa yg kau tahu?"
"Kau menyukaiku"
Dari senyum, menjadi tawa. Dia memang paling hebat, dalam hal membuatku bahagia.
"Tapi bukan itu, aku suka kau yg mampu mengingat isi dari buku yg kau baca, meski kau lakukan hanya sekali"
"Itu nilai lebihku sehingga membuat lisanmu tak berat berkata 'iya' saat aku mengajakmu menikah"
Aku merangkul lengannya, menyandarkan kepalaku dibahunya. Entah kapan senja akan datang.
_________________





Tidak ada komentar:
Posting Komentar